You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
This is an open access book. The biennial Conference of Language, Linguistics, and Literature (Colalite) always attempts to accommodate intriguing themes. This year, the 5th International Colalite presents "Dressed to Kill: Fashion, Body, and Identity" as a theme to accommodate the growing interest in fashion and lifestyle in the fields of language, literature, cultural studies, translation, and business communication. For this reason, the 5th Colalite encourages researchers, authors, academic practitioners, and those who are interested in exploring this issue to participate in the conference.
Buku ini membahas mengenai peranan media massa melalui tajuk rencana yang Ia miliki berkaitan dengan kasus korupsi, yang mengambil studi kasus harian Pedoman dalam mengungkap kasus korupsi pada masa awal Orde Baru dengan rentang waktu pada tahun 1969 sampai dengan tahun 1974. Harian pedoman sendiri adalah harian yang terbit pada dua masa periode, yakni pada masa Demokrasi Terpimpin dan Awal Orde Baru. Harian ini dipimpin oleh Rosihan Anwar dan merupakan salah satu harian yang terbit kembali pada masa awal Orde Baru, selain harian Indonesia Raya dan Nusantara. Untuk dapat membahas mengenai Pedoman pada masa awal Orde Baru atau periode kedua setelah dia terbit, maka diperlukan pembahasan menge...
Sumber lisan, dengan kelebihan dan kekurangannya, tentu mempunyai sesuatu yang menarik untuk ditilik sebagai penelaahan sumber guna melengkapi peristiwa yang hendak direkonstruksi. Ia menarik untuk dikaji dari berbagai sisi, karena menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh sumber-sumber yang sudah mapan, seperti sumber tulisan dan sumber benda, yang biasanya menjadi sumber andalan para sejarawan dan para peminat serta pengkaji masa lalu. Di tulis dengan bahasa yang sederhana, berhubung ditujukan sebagai bahan pengantar kuliah bagi mahasiswa. Buku ini dapat dijadikan pedoman praktis bagi para sejarawan ataupun para peminat yang sekiranya mencoba untuk melakukan penelitian sejarah lisan, baik itu dalam lingkup besar, ataupun lokal di sekitaran tempat kita tinggal.
Ilmu Sejarah merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji mengenai masa silam, ranah keilmuan ini menarik untuk dipahami dan dimaknai guna menerka masa depan melalui karya-karya yang diproduksinya. Melalui buku ini, penulis mencoba untuk memberikan pemahaman dasar mengenai artian daripada keilmuan yang memfokuskan kajiannya pada peristiwa-peristiwa di masa lalu tersebut dan bagaimana kemudian cara kerja daripada metode penelitian yang melingkupi di dalamnya.
JUDUL BUKU : Bibliografi Beranotasi Tokoh-tokoh dalam Setiap Periode Sejarah Islam PENULIS : MAHASISWA SEJARAH PERADABAN ISLAM ANGKATAN 2021 KELAS C IAIN SYEKH NURJATI CIREBON NO. QRCBN : 62-39-9634-693 PENERBIT : GUEPEDIA TAHUN TERBIT : Oktober 2023 JENIS BUKU : BUKU SEJARAH, PEMBELAJARAN, NON FIKSI KONDISI BUKU : BUKU BARU / BUKU ORIGINAL ASLI, LANGSUNG DARI PENERBITNYA Sinopsis : Buku ini berisi mengenai tokoh-tokoh sejarah islam pada setiap periode, yakni dimulai dari periode klasik, periode pertengahan, sampai periode peradaban Islam masa modern. Buku ini disusun oleh mahasiswa Sejarah Peradaban Islam angkatan 2021 kelas C sebagai tugas akhir pada mata kuliah Bibliografi. Sesuai dengan mata kuliah tersebut, buku ini disusun dengan konsep bibliografis yang menarik dan bermanfaat bagi pembacanya. Menariknya buku ini disusun dengan terkonsep oleh mahasiswa Sejarah Peradaban Islam dengan berisikan biografi, kisah hidup, sampai tipe kepemimpinan tokoh-tokoh sejarah Islam. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Berangkat dari 4 konsensus dasar bangsa, buku ini menjelajahi 14 nilai kebangsaan yang menjadi landasan kokoh persatuan dan kemajuan Indonesia. Setiap bagian buku ini menjabarkan nilai-nilai tersebut secara mendalam, mengupas maknanya, dan menghadirkan contoh penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keistimewaan buku ini terletak pada kekayaan pemikiran dan gagasan yang terkandung di dalamnya. Para Penulis buku ini, yang berasal dari berbagai latar belakang dan profesi, menuangkan pemikiran mereka dengan penuh semangat dan dedikasi. Mereka tidak hanya mengulas makna dari 14 nilai kebangsaan, tetapi juga menghadirkan contoh penerapannya dalam berbagai aspek kehidupan.
Oral History is a means of recording the past, through interviews. There has been much oral history activity in Southeast Asia since the 1960s at both the institutional and individual levels. This volume contains a range of papers dealing with the theoretical, methodological and practical issues in oral history and the unique problems of their application in the Southeast Asian context. The authors include both academics and practitioners who bring with them a wealth of expertise and experience in anthropology, history, sociology, publishing and archives administration.
This collection of essays written by Thomas Michel offers an insightful and comparative analysis into the life, thoughts and major writings of Said Nursi. It provides insight into a deep conversation taking place between a Catholic priest and a Muslim theologian. This sincere and humble collection of essays will be an indispensable reading for believers of all faiths and backgrounds with an interest in social and contemporary issues. Michel remarks that Nursi called for unity and cooperation between the Muslim-Christian communities fifty years before the Vatican II called upon Christians and Muslims to recognize that they should move beyond the conflicts of the past and work together for the common good to build peace, establish social justice, defend moral values, and promote true human freedom.
Although Indonesia has the fourth largest population in the world, its history is still relatively unknown. Adrian Vickers takes the reader on a journey across the social and political landscape of modern Indonesia, starting with the country's origins under the Dutch in the early twentieth-century, and the subsequent anti-colonial revolution which led to independence in 1949. Thereafter the spotlight is on the 1950s, a crucial period in the formation of Indonesia as a new nation, followed by the Sukarno years, and the anti-Communist massacres of the 1960s when General Suharto took over as president. The concluding chapters chart the fall of Suharto's New Order after thirty two years in power...
This study of Southeast Asian media and politics explores issues of global relevance pertaining to journalism's relationship with political power. It argues that the development of free, independent, and plural media has been complicated by trends towards commercialisation, digital platforms, and identity-based politics. These forces interact with state power in complex ways, opening up political space and pluralising discourse, but without necessarily producing structural change. The Element has sections on the democratic transitions of Indonesia, Myanmar and Malaysia; authoritarian resilience in Singapore; media ownership patterns in non-communist Southeast Asia; intolerance in Indonesia and Myanmar; and digital disruptions in Vietnam and Malaysia.