You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Presiden Soekarno pernah menyebut kata "Jas Merah," sebuah akronim dari Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Dalam berbagai pembelajaran sejarah di Indonesia, sejarah lebih sering dipahami sebagai hafalan nama dan peristiwa serta tokoh yang terlibat. Padahal, sejarah adalah tentang bagaimana orang bisa menilai masa kini dari peristiwa masa lalu sembari dengan gagah menyambut masa depan. Dalam Bahasa Yunani ungkapan ini dimaknai sebagai peristiwa tidak boleh hanya dianggap kronos yaitu rentetan acara yang berjalan satu setelah yang lain (kronologi), tetapi harus dipandang sebagai peristiwa yang bermakna atau kairos. Perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa adalah proses jatuh bangun di d...
Tak jarang kehidupan yang beragam ini melahirkan berbagai macam konflik yang dalam banyak kasus terjadi karena tidak ditemukannya titik komunikasi di antara anggota masyarakat. Buku ini dirancang untuk melihat kembali situasi masyarakat dunia, khususnya situasi Indonesia, serta melihat berbagai kemungkinan yang sedang digagas dan ingin diupayakan oleh Gereja di Indonesia ataupun dalam tingkat internasional. Pemaparan di dalam buku ini dimulai dengan gambaran besar relasi antaragama di Indonesia dan di lingkup global, dan akhirnya menukik kepada berbagai kemungkinan membangun relasi yang lebih sehat. Semoga buku ini membantu melihat bahwa hidup di tengah masyarakat dengan berbagai keanekaragamannya memungkinkan masyarakat kita menjadi masyarakat yang kaya dalam pemaknaan akan hidup.
Rangkaian tulisan dalam buku ini merupakan buah dari permenungan ulang kisah-kisah kasih yang terbaca dari hidup Rama Mangunwijaya dan tulisan-tulisan beliau. Harapannya, tulisan-tulisan ini bisa menjadi bahan permenungan bagi mereka yang tak sempat mengenal pribadi Rama Mangunwijaya. Semoga kisah Rama Mangunwijaya mampu mengundang Anda untuk menghidupkan gelora jiwa yang tersimpan di sana … di lubuk hati Anda. Buku ini menunjukkan bagaimana Rama Mangunwijaya membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya. Setiap tulisan bisa dibaca sebagai pengetahuan, dan terlebih sebagai renungan. Tiap kali kita diundang untuk belajar tentang “pilihan seorang Katolik” di dalam hidup Rama Mangunwijaya, sembari tak lupa akan adanya “pilihan hidup seorang Katolik” dalam hidup kita. Layaknya sebuah renungan, semoga yang dipaparkan di sini boleh menjadi undangan bagi kita untuk melihat kembali pilihan-pilihan hidup kita sebagai orang Katolik.
Buku ini sangat bermanfaat untuk kita baca karena dalam buku ini kita diberi penjelasan tentang Kebhinnekaan dari berbagai sudut pandang orang-orang muda dari berbagai macam agama dan latar belakang. Mereka disatukan di dalam satu kesatuan sebagai putra-putri dari bangsa Indonesia yang berdasar pada Pancasila dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Tulisan-tulisan dari buku ini membantu kita untuk memperkaya pemahaman kita tentang kebhinnekaan dalam konteksnya yang paling nyata yaitu hidup bersama sehari-hari. Melalui buku ini, kita akan disadarkan bahwa dialog bukan lagi sebuah teori melainkan praktek. Di sana muncul kesdaran bahwa dialog merupakan sebuah kebutuhan bersama-sama. Semoga lewat buku ini kita bisa belajar dari pengalaman para penulis tentang bagaimana memaknai kebhinnekaan dari berbagai sudut pandang. Melalui buku ini, kita bisa belajar memahami arti penting kebersamaan dan menghidupi iman kita masing-masing di dalam kesadaran hidup bersama di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berpedoman pada Bhinneka Tunggal Ika. - Rm. Antonius Benny Susetyo, Pr.
Orang muda adalah rasul-rasul masa kini Gereja. Orang muda adalah masa kini dan masa depan Gereja. Formasi adalah mengenal belas kasih Allah yang tanpa batas, tanpa syarat, dan terus berkelanjutan. Formasi orang muda Katolik berarti berjalan bersama orang muda untuk makin mengenal belas kasih Allah agar memiliki keberanian untuk memberitakan firman Tuhan dan memberi kesaksian iman sepanjang zaman. Kaderisasi perlu terus dilakukan dalam Gereja. Kaderisasi menjadi tugas Gereja dalam proses mendampingi dan menemani orang muda, berjalan bersama mereka. Gereja menyiapkan orang muda yang mempunyai spiritualitas mendalam dan berkarakter unggul, bergerak di wilayah “altar” dan “pasar”. Untuk...
Sejak 2019, Srikandi Lintas Iman (Srili) menetapkan diri untuk memberi perhatian kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini didasarkan keyakinan bahwa pendidikan yang diterima anak usia dini sangat memengaruhi pemahamannya tentang dunianya, secara khusus dalam konteks keberagaman yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, dibutuhkan PAUD dan guru PAUD yang sadar akan keberagaman dan nilai-nilai universal yang perlu dihidupi oleh setiap orang yang hidup di tengah keberagaman. Kepedulian ini diawali sarasehan guru PAUD pada 1Mei 2019, yang mempertemukan para guru PAUD dari DIY dan sekitarnya. Tema sarasehan ini adalah “Menanamkan Nilai Kemajemukan pada Anak Usia Dini.” Dalam sarasehan ...
Paus Fransiskus di mata dunia dikenal sebagai sosok pemimpin Gereja Katolik yang sederhana, inspiratif, penuh kasih, dan peduli terhadap sesama. Namun, siapakah dia di mata orang Indonesia? Buku ini hendak menjawab pertanyaan tersebut secara interreligius dan interdi-sipliner. Para pemikir dari kalangan Muslim, Gereja Kristen, dan Gereja Katolik menampilkan refleksi mereka dari sudut pandang dan keahlian masing-masing. Refleksi tentang sikap dan pandangan Paus Fransiskus dalam konteks keragaman Nusantara menjadi sumbangan unik yang mencerahkan. Buku ini merupakan buah kerjasama antara Fakultas Teologi Univer-sitas Sanata Dharma, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Fakultas Teologi UKDW.
WHAT did the Romans, Genghis Khan, Christopher Columbus and the CIA have in common? They were all "border crossers". They were not content with their respective traditional borders and they went pass these borders. It appears that since the ancient times, for better or worse, there has been strong tendencies among different peoples and nations to go beyond their own borders, in the broadest sense of the word, in search of something different-- different territories, different peoples, different opportunities, different spheres of influence, etc. Not surprisingly, these historical border-crossing-agents were not alone. There were many others. To them we can add a list of other people who were...
None