You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
"""Kalau ada yang ngerebut tunangan kamu, gimana? Aku bunuh. Kalau ternyata yang ngerebut orang yang penting buat kamu? Orang penting buat aku cuma kalian. Kalau Ela? No, wait. Desta? Saya kembali tercekat. Juno... Aku bunuh diri...! Bagus! Lebih baik bunuh saya saja, Kanaya. E: Aku menyukai abang dari sahabatku, kenapa si brondong ini yang datang melamarku? D: Aku menunggu si pacar lima langkah menembakku. Tunangan sahabatku menembakku. Aku tak akan menyakiti sahabatku. A: Aku menyayangi mereka. Mereka sahabatku. Aku mencintai tunanganku. Aku patah hati. J: Sesungguhnya kita akan menemukan sesuatu yang lain, saat kita mencari sesuatu."""
Aga HAH?! NGGAK MAU KETEMU? Aku syok. Dasar gadis aneh. Dia sendiri yang mau dijodohkan denganku, kenapa dia malah tak mau bertemu denganku? Keluargaku juga aneh, bisa-bisanya mereka menjodohkanku dengan gadis aneh itu, siapa namanya? Aira siapa? Lalu . Dia phobia kamera? Jadi aku tak akan bisa melihat fotonya terlebih dahulu. Ah terserahlah. Aku juga terpaksa menerima perjodohan ini, karena aku akan segera menduduki salah satu kursi direksi di usiaku yang telah mencapai kepala tiga. Aira Apa tadi mereka bilang? Pria yang akan kunikahi nanti akan kabur? Cih yang benar saja! Emosiku secara mendadak meningkat tajam. Oh, jadi lelaki yang tadi kubilang imut itu mau berontak? Begitu caranya? Mempermalukan keluargaku? Mau sok drama? Dan eh, di drama-drama biasanya kan pengantin perempuan yang kabur. Ini kenapa malah pengantin prianya yang mau kabur?
Menikah dengan orang yang disayangi dan menyayangi kita pasti menjadi impian semua orang. Tapi apa yang terjadi kalau kita menikah dengan orang yang tidak kenal? Demi membahagiakan orangtua, kita harus melakukannya. Itulah yang dialami oleh Aga dan Aira. Sempat kabur dari akad nikah yang kemudian digagalkan oleh keluarga, mau tidak mau pernikahan harus dilangsungkan. Ternyata pernikahan tidak seburuk yang mereka pikirkan, walaupun banyak kejadian-kejadian aneh, lucu, membahagiakan dan sedih. Kehadiran orang di masa lalu juga mewarnai pernikahan mereka.
Berpacaran sebelum menikah itu menurut Daisy seperti saat dirinya merebus sebungkus mie instan. Tapi, masalahnya saat menunggu air mendidih dan mie direbus. Bumbu yang ada sedikit demi sedikit berkurang atau sampai habis karena dicicip. Lalu bagaimana nasib mie instan yang sudah direbus? Diganti dengan mie instan baru yang berbumbu lengkap atau memakannya dengan rasa hambar? Mana sensasinya lagi? Atau Daisy harus menjalankan saran Zian? Membuat bumbu racikan sendiri untuk mie instan itu? Apa yang ia butuhkan untuk mengolah bumbu agar sama rasa seperti bumbu yang telah ia habiskan? Garam, lada, dan bumbu lainnya? Akankah mie instan dengan bumbu-bumbu baru tetap disebut mie instan?
Alwin Eljas Hakkinen, berdarah setengah Finlandia, pendiri salah satu gaming company terbaik di dunia, kehilangan kepercayaan terhadap cinta setelah kekasihnya menikah dengan kembarannya. Tidak hanya itu, Alwin harus menyaksikan keduanya menjadi pasangan sehidup semati. Kepergian mereka membuat Alwin harus berurusan dengan Edna Atalia. Atas desakan sang ibu, Alwin menikah dengan Edna. Namun, Alwin lebih dulu memastikan pernikahannya dengan Edna hanya didasari perjanjian yang saling menguntungkan. Setelah kehilangan kedua orangtua dan saudara kandungnya, Edna semakin paham bahwa keluarga adalah segalanya. Apa pun akan dia lakukan demi terus bisa menjadi ibu bagi Mara—keponakannya—dan mengembangkan bakery peninggalan kakaknya. Termasuk menikah dengan laki-laki berhati batu seperti Alwin. Dalam permainan cinta ini, Edna tidak tahu apakah ada cara untuk melindungi perasaannya. Mungkinkah Edna bisa hidup serumah dengan laki-laki luar biasa tanpa menaruh hati kepadanya? Bisakah seorang wanita menjalankan peran sebagai istri tanpa jatuh cinta kepada suaminya?
“Cinta itu fitrah, tapi dengan tipu daya setan, ia bisa jadi musibah.” Jengah dengan pertanyaan, “Kapan nikah?”, Zee membulatkan tekad ikut taaruf dengan bantuan guru mengajinya. Tujuannya jelas: ingin menemukan calon suami dan membawanya bertemu orangtua di kota kelahiran. Seolah urusan ini belum cukup membuat pusing, Zee harus menerima kenyataan bahwa Satya, pemuda yang mengingatkannya pada kejadian memalukan bertahun silam, adalah penghuni baru sebelah kamar kosnya. Secerdik apa pun Zee menghindar, pertemuan dengan Satya tak terelakkan. Keduanya seolah terikat tali takdir tak kasatmata. Situasi bertambah runyam saat biodata taaruf Zee tertukar, jatuh ke tangan Satya. Pemuda yang ternyata juga tengah menjalani proses taaruf itu malah mengajukan tawaran mengejutkan pada Zee. Rencana “mencapai kebahagiaan bersama” itu tampak sempurna, tapi cinta dan kepercayaan yang belum mekar sepenuhnya membuat keduanya terpuruk saat cobaan besar melanda. Lantas, jalan mana yang mereka pilih? Mencoba saling melupakan dan memulai hidup baru dengan pasangan baru, atau menggenggam harapan meresmikan cinta satu?
Tiga kali Mama berusaha menjodoh-jodohkanku dengan lelaki yang duh, istilah yang tepat apa ya ajaib pokoknya! Tiga kali pula aku menolak dengan cara halus, sampai konfrontasi dengan Mama. Aku sampai tidak peduli ketika Mama masih bersikeras menjodohkanku dengan anak dari sahabat SMA Mama yang tinggal di Bandung. Gila aja, si Abay-Abay ini, yang umurnya empat tahun di bawahku, terakhir bertemu denganku ya waktu dia dikhitan dulu! Ya ampun, dia masih imut-imut, gendut, dan menggemaskan. Eh, eh, tapi waktu janjian sama Abay versi dewasa di sebuah kafe, kok dia beda? Kok dia betulan jadi laki-laki dewasa yang berkarisma dan penuh pesona? Tunggu! Apa tadi kamu bilang, Fika? Uh-oh, jangan sampai aku kembali menjatuhkan hati untuk sesuatu yang enggak pasti!
Impian yang sangat didambakan oleh dua orang yang telah menikah adalah dikaruniai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Untuk mendapatkan karunia luar biasa tersebut, salah satu usahanya adalah dengan tak letih melakukan perbaikan diri. Karena kehidupan rumah tangga bukan hanya berisi kesenangan dan kebahagiaan, tetapi juga berisi persoalan dan beragam masalah. Sebagai pasangan yang sudah diikat dengan tali pernikahan, hendaknya mempersiapkan diri untuk menghadapi kedua kemungkinan tersebut. Itulah sebabnya dalam menjalani kehidupan rumah tangga kita butuh ilmu. Dengan ilmu kita tahu hak dan kewajiban diri sebagai suami, istri, ayah, atau ibu. Dengan ilmu kita tahu bagaimana menjalani rumah tangga sesuai tuntunan agama. Dengan ilmu kita tahu bagaimana cara mendidik anak dengan benar dan seterusnya.
Disebut-sebut sebagai pasangan yang tak akan pernah akursampai hari kiamatdi kampus, membuat Dira dan Angga harus menutupi pernikahan yang sudah mereka jalani selama beberapa bulan ini. Status sebagai musuh bebuyutan mengharuskan mereka menutup rapat rahasia terbesar dalam hidup mereka untuk saat ini, termasuk dari sahabat mereka. Peran sebagai musuh seumur hidup itu harus dilaksanakan sebaik mungkin, mengingat status mereka juga masih menjadi anak kuliahan. Jangan sampai status menikah ini mengakibatkan salah satu dari mereka tidak bisa meraih impiannya. Melakoni status sebagai musuh di kampus dan melaksanakan tanggung jawab sebagai suami/istridalam satu hariternyata sangat menguras emosi. Tapi bagaimana jadinya jika ternyata Dira malah hamil? Atau Dira dijodohkan oleh sahabatnya dengan orang lain? Belum lagi kesalahpahaman lain yang membuat keduanya merasakan cemburu satu sama lain. Menjadi pasangan labil itu benar-benar melelahkan.
Aku tidak pernah menduga, menjadi jujur dan menerima semua kekuranganku adalah jalan terbaik untuk melepas phobia ini. Kehidupan memang tidak sempurna. Tidak selalu sesuai keinginan kita. Tak perlu takut menjadi tak sempurna. Karena cinta akan mengubah kekurangan menjadi keindahan. Phobia. Yang kau takuti adalah apa yang kau cintai .