You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
“Tapi mungkin sekarang sudah terlambat untuk mengakui semuanya, karena sebentar lagi ia akan menikah, dan membangun hidup baru dengan laki-laki pilihannya,” ucap Ben diakhiri senyum lirihnya. Nun tertegun sesaat dan membiarkan matanya mengembun. Napasnya tidak teratur, namun ia berusaha mencari kekuatan di dasar hatinya, untuk dapat menyahuti kata-kata Ben dari balik punggungnya, “Seorang teman lama pernah berkata, jika cinta pertamamu bukanlah jodohmu, maka lupakan cinta pertama itu, lalu carilah jodohmu. In sya Allah dengan cara itu, bisa membuatmu menemukan kebahagiaan.” Nun tersenyum, kemudian bergegas pergi. Ia tak ingin Ben melihat isak yang ditahannya berubah menjadi air mata. Ben menatap Nun yang semakin jauh. Jauh dari pandangannya, pun dari hatinya kini. Nun mendaras doa sepanjang langkahnya. Menguatkan sendiri hatinya, saat ia sadari kalau Tuhan mempertemukannya kembali dengan cinta lamanya, hanya untuk mengucapkan selamat tinggal yang sesungguhnya.
MEREKA tak saling kenal tapi disuruh berkenal-kenalan. Hanya berkenalan, jika sesuai boleh terus melangkah, jika tidak, tarik saja diri. Lalu, masing-masing mencuba dengan alasan, "Dia kosong, aku pun kosong" Pertama kali bersua muka, si dara terasa jengkel, sedangkan si bujang hanya bersikap ala-ala lelaki tak berperasaan. Sudahnya, seorang ke utara dan seorang ke selatan. Hati mereka tak bertemu di titik yang sama. Hanya antara mereka berdua, masing-masing tak pernah mengatakan 'tidak' sehingga banyak pihak menyangka diam itu tanda setuju. Sampai masa, mereka benar-benar tak mampu berkata 'tidak' bila melihat wajah-wajah penuh harap. Saat sedar mereka tak mungkin berpaling lagi, cubaan demi cubaan dilakukan untuk menembusi hati masing-masing. Paling penting, mereka tak dilabel sebagai pasangan kahwin paksa, tapi kahwin atas tiket suka sama suka. Orang tua hanya talian hayat semata-mata. Ketika sedar ada sesuatu berdetak tiap kali mata bertentang mata, muncul Syirin menagih janji lama. Sudahnya, janji baru terpaksa Dinzley mungkir walaupun Annura sudah ternampak bayang-bayang pelamin nan indah.
Profiles of Indonesian businesswomen.
The 3rd International Conference on Science Education in Industrial Revolution 4.0 (ICONSEIR 4.0) is a forum of scientists, academics, researchers, teachers and observers of education and students of post-graduate who care of education. This event was held by the Faculty of Education, Universitas Negeri Medan - Indonesia, on December 21st, 2021.
SENANDUNG JUA SELINDUNG PENULIS: Yulinarti Prihatiningrum, Auliya Lasaufa Yardha, Ummi Kalsum Khairani, Andika Muhamad Nur Wahyudi, L Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-7953-52-4 Terbit : April 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Jika mereka sudah tiada, di manakah kubur mereka? Kedua orangtuaku yang telah melahirkanku ke dunia. Oh Tuhan ... Setiap diri ini merasa sepi. Diri ini merana karenanya. Masa laluku yang dibuang. Oleh keluarga. Puisi di atas adalah dua bait puisi yang dirangkai menjadi satu, karya dari Listyaningsih. Seorang ibu rumah tangga yang hobi menulis puisi. Bahana Kalbu, dan Rodra Kama adalah Antologi Puisi solonya. 'Tak hanya itu saj, Muhasabah Diri, Reinkarnasi, Palestina ter...
Belajar Buku Masuk PTN BUKU EMAS
This is an open access book. The National Research and Innovation Agency (Acronymized in Bahasa as BRIN, Badan Riset and Inovasi Nasional), the Republic of Indonesia was launched in 2021 and has been the only one of Indonesia authorized research institution since. The Agency embodies throughout department and non-department research bodies in Indonesia and answers and thus responsible directly to the President of Indonesia. Despite its juvenile age, BRIN is in a tight competition with urgencies of untangling unresolved issues in various aspects in collective life as a nation and a state spanning socioeconomic and culture to medicine and its translational derivatives. To function as effective...
As an annual event, 1st International Conference on Christian and Inter Religious Studies (ICCIRS) 2019 continued the agenda to bring together researcher, academics, experts and professionals in examining selected theme by applying multidisciplinary approaches. In 2019, IAKN Manado successfully held this event for the first time in 11-14 December at Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Indonesia. There were 134 papers presented during 2 days at the conference from any kind of stakeholders related with Christian education and learning development, Theology, Music and psychotherapy, Psychology and Counselling and Inter-Religious Studies. Each contributed paper was refereed before being accepted for publication. The double-blind peer reviewed was used in the paper selection. From all papers submitted, there were 80 papers were accepted successfully for publication based on their area of interest, relevance, research by applying multidisciplinary.
“Untaian Kata Untuk Guruku” merupakan kumpulan puisi pertama yang diterbitkan. Buku ini mengambil tema tentang guru. Kumpulan puisi pada buku ini merupakan karya dari guru dan peserta didik SMKN 16 Jakarta. Mengambil tema tentang guru karena sebagai bentuk apresiasi kepada guru dan bentuk rasa terima kasih kepada guru. Diharapkan buku ini dapat membawa manfaat bagi pembacanya dan menginspirasi peserta didik untuk terus berkarya.
Jurnalistik Qur’ani secara spesifik ditemukan dalam Al-Qur’an pada (perkataan): Qaulan Sadiida, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layyana, Qaulan Maysuura, Qaulan `Azhima, Qaulam Min Rabbin Rahim, Qaulan Tsaqila, Ahsanu Qaulan. “Sebagai pengawal kebenaran dan keadilan, wartawan juga bisa menjadi guru yang mengajarkan banyak hal kepada para pembaca seperti di dalam tulisan. Satu hal yang harus dipegang secara etika oleh seorang wartawan, “Jangan pernah merasa sombong tapi merendahlah karena wartawan sebagai pengawal kebenaran dan keadilan, jadilah pembela kebenaran dan terdepan untuk masyarakat. Lakukan tugas sesuai fakta, jadilah guru bagi bangsa ini. Sebelum wawancara lengkapi data sehingga narasumber tidak lebih pintar daripada Anda”. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup #PrenadaMedia