You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Buku ini dirancang untuk memberikan wawasan tentang wisata edukasi bagi pendidik, orang tua, serta penggiat seni yang ingin menyelenggarakan kegiatan wisata edukasi berbasis kesenian karawitan. Di dalamnya, pembaca akan menemukan beragam informasi, mulai dari penjelasan umum, menu wisata edukasi kesenian karawitan, hingga langkah-langkah pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan mudah diikuti.
Buku ini merupakan wujud dedikasi untuk memperkenalkan seni pewayangan kepada generasi muda melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan menyenangkan. Kami percaya bahwa seni tradisional seperti wayang memiliki nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan dan diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Wawasan praktis akan didapatkan setelah membaca buku ini penting bagi pendidik, orang tua, maupun penggiat seni yang ingin menyelenggarakan wisata edukasi berbasis dalang bocah. berbagai informasi, tentang dalang bocah, hingga prosedur pelaksanaan wisata edukasi dalang bocah.
JUDUL BUKU : Bahasa Indonesia By PGSD P2K UMT AK.22 PENULIS : PGSD P2K UMT AK.22 PENERBIT : GUEPEDIA No. QRCBN : 62-39-2735-605 TAHUN TERBIT : DESEMBER 2022 JENIS BUKU : BUKU PENDIDIKAN, NON-FIKSI KONDISI BUKU : BUKU BARU / BUKU ORIGINAL ASLI, LANGSUNG DARI PENERBITNYA DESKRIPSI BUKU : "Bahasa Indonesia By PGSD P2K UMT AK.22" merupakan buku yang diterbitkan oleh guepedia yang memuat materi ujian tengah semester mata kuliah Bahasa Indonesia. Diterbitkan oleh mahasiswa PGSD P2K UMT AK.22 dan dalam buku ini, mereka menguraikan materi yang sudah dipelajari selama satu semester dengan menjelaskan secara singkat sub tema yang sudah diberikan oleh dosen. Buku ini merupakan buku referensi yang bergu...
𝘗𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘓𝘪𝘯𝘨𝘶𝘪𝘴𝘵𝘪𝘬 𝘚𝘢𝘴𝘵𝘳𝘢𝘸𝘪: Kelindan Bahasa dan Sastra membicarakan sebuah bingkai kajian terhadap teks sastra dan fenomena di sekitarnya sebagai bagian tak terpisahkan dari kajian linguistik, dan sekaligus mengemban tugas analisis kritis linguistik terhadap karya sastra. Isu linguistik sastrawi yang diusung dapat ditempatkan dalam tataran ide bertujuan untuk melihat potensi khusus pemakaian bahasa dalam teks sastra yang dapat diulik dalam berbagai sudut pandang teoretis. Dalam tataran praktis, tujuan pokok deskripsi gagasan tersebut berhubungan dengan karakteristik khusus teks sastra untuk menjelaskan bagaimana bentuk bahasa dapat digunakan untuk mengkomunikasikan makna dalam konteks pemakaian bahasa-sastra. Selain itu, di dalam buku ini pun dipaparkan karakteristik distingtif komunikasi teks sastra yang dapat dipahami dalam bentuk teori umum komunikasi bahasa, misalnya dalam aspek sastra dalam genre komik atau simbol budaya secara umum.
Kitab Diwan Kopi dan Cinta ini merupakan kompilasi puisi tentang Kopi dan Cinta yang telah tercipta sejak beberapa tahun lalu hingga Agustus 2022. Kepenulisan puisi ini berlatarkan di Serambi Mekkah (Provinsi Aceh) yang dikenal akan kenikmatan kopinya dengan berbagai varian. Kitab ini menjadi Ilustrasi bagi pecinta kopi yang menyukai dunia sastra.
Buku ini diberi judul Reaktualisasi Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur'an. Hal-hal yang mendasari pemilihan judul buku, beberapa kajian yang relevan, dan metode ditulis dalam satu bab yang diberi judul Bab I Pendahuluan. Bab II berjudul Etika Berbahasa dalam Beberapa Etnik dan dalam Islam mengantarkan pembaca untuk memasuki etika berbahasa, sebelum masuk ke karakter kebahasaan. Hal ihwal karakter dan pendidikan karakter dinyatakan dalam Bab III Karakter dan Pendidikan Karakter. Selanjutnya, Karakter Kebahasaan Nabi Muhammad Sebagai Penutur dan Karakter Kebahasaan Nabi Muhammad Sebagai Mitra Tutur masing-masing ditulis pada bab IV dan V. Kedua bab terakhir adalah kajian terhadap surat dan ayat Al-Quran yang menggunakan kata Muhammad. Integrasi dan interelasi antara kedua bab terakhir dengan karakter menurut Depdiknas, dinyatkan pada bab VI, yakni Reaktualisasi Pendidikan Karakter Berbasis Karakter Nabi Muhammad. Konstribusi Bahasa Sastra dalam Pendidikan Karakter ditulis pada bab VII. Buku ini diakhiri dengan penutup, yakni pada bab VIII.
Buku ini juga memberikan informasi secara lengkap mengenai materi yang wajib mereka pelajari yang berasal dari berbagai sumber sebagai tambahan wawasan mengenai bab-bab yang dipelajari tersebut. Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan tugas dan latihan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam memahami materi yang dipelajari.
Rayuan sastra ternyata menggiurkan. Rayuan adalah upaya memikat pihak lain, yaitu pariwisatawan. Rayuan “maut” sastra tidak perlu diragukan lagi. Sebab sastra itu dunia kata. Kata itu penuh pesona, untuk merayu pariwisatawan. Jadilah pariwisata kata yang memikat hasrat. Destinasi pariwisata sastra akan semakin menggairahkan. Begitulah “ruh buku ini”, sebagi sebuah reklame sastra yang unik. Pariwisata kata, jauh lebih memikat dibanding destinasi yang “bisu”, tanpa kata-kata. Kata-kata itu memotret suasana. Kata pula yang menggugah hasrat. Kata-kata indah yang diolah menjadi karya sastra, jauh lebih memikat. Maka, buku ini memang sebuah potret. Potret sastra kita. Sastra itu ternya...
Rayuan sastra ternyata menggiurkan. Rayuan adalah upaya memikat pihak lain, yaitu pariwisatawan. Rayuan “maut” sastra tidak perlu diragukan lagi. Sebab sastra itu dunia kata. Kata itu penuh pesona, untuk merayu pariwisatawan. Jadilah pariwisata kata yang memikat hasrat. Destinasi pariwisata sastra akan semakin menggairahkan. Begitulah “ruh buku ini”, sebagi sebuah reklame sastra yang unik. Pariwisata kata, jauh lebih memikat dibanding destinasi yang “bisu”, tanpa kata-kata. Kata-kata itu memotret suasana. Kata pula yang menggugah hasrat. Kata-kata indah yang diolah menjadi karya sastra, jauh lebih memikat. Maka, buku ini memang sebuah potret. Potret sastra kita. Sastra itu ternya...
Rayuan sastra ternyata menggiurkan. Rayuan adalah upaya memikat pihak lain, yaitu pariwisatawan. Rayuan “maut” sastra tidak perlu diragukan lagi. Sebab sastra itu dunia kata. Kata itu penuh pesona, untuk merayu pariwisatawan. Jadilah pariwisata kata yang memikat hasrat. Destinasi pariwisata sastra akan semakin menggairahkan. Begitulah “ruh buku ini”, sebagi sebuah reklame sastra yang unik. Pariwisata kata, jauh lebih memikat dibanding destinasi yang “bisu”, tanpa kata-kata. Kata-kata itu memotret suasana. Kata pula yang menggugah hasrat. Kata-kata indah yang diolah menjadi karya sastra, jauh lebih memikat. Maka, buku ini memang sebuah potret. Potret sastra kita. Sastra itu ternya...