You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
By offering perspectives from Indonesian female workers, this book discusses the contemporary progress of working-class feminism from the Global South. It presents a critical reading of the socio-political conditions that allow female workers to narrate their lives and work as precariat labor toiling under the forces of globalization. Its analysis centers on their writings which appear in the form of legal documents, personal accounts, essays, and short stories. Thus, the book shows how these women change their situation by challenging the political order and demanding gender justice with their fearless speech.
Buku ini disusun dengan tujuan menyediakan bahan ajar mata pelajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP dengan acuan Standar Isi mata pelajaran bahasa Inggris tahun 2013. Bahan ajar ini dirancang untuk pemakaian secara nasional dan oleh karenanya guru di seluruh Indonesia dapat menggunakannya langsung di dalam kelas atau dengan melakukan adaptasi seperlunya menyesuaikan KTSP masing-masing. Materi dan tugas pembelajaran dikembangkan dengan prinsip-prinsip Pendekatan Komunikatif untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam keempat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu materi dan tugas pembelajaran secara integratif mengembangkan kecakapan hidup dalam art...
This is an open access book. Understanding the problems of war and conflicts that occur both within and outside the sovereignty of the Republic of Indonesia, several discussions on the human side seem essential to do. Several interesting topics can be raised, namely how media coverage is inseparable from human life in the 5.0 era. Furthermore, about the social changes that occurred as a result of the conflict and war. Moreover, the discourse on how the psychological impact experienced by humans due to conflict and war. Departing from this, the Faculty of Social Sciences and Humanities UIN Sunan Kalijaga will hold the Annual International Conference on Social Sciences and Humanities 2022.
Providing context-specific regional and national perspectives, this novel Handbook sets out to disentangle the considerable intellectual ambiguities that surround Asian public administration and Asia’s diverse applications of Western administrative models.
“Superhuman,” kata Nea sambil meletakkan majalah Time di atas meja papanya. Matanya bersinar, suaranya lunak dan bibirnya basah dengan jus oren. “Interactomics dan bioengineering, you tengok ni, saintis barat, dia orang nak alter human genetics, produce superhuman clone. Gila.” “Datuk mana?” Zack ketika itu memang sedang cari Datuk Hashim, sebaliknya menjumpai Ranea dan majalah Time. “Toilet. Kejap je tu. Tunggu lah… maybe you boleh explain jargon ni dekat I, prof.” Jari Nea diketuk ke majalah. “Apa benda? Superhuman?” “Yes. Is it possible?” Zack duduk di sofa. “You tell me. Bidang I nuclear… which is, in fact deadly to, even, super human.” Nea silang tangan, ...
Bagaimana rasanya menjadi wanita yang sudah berkepala empat? Selain bertambah usia, para wanita harus menghadapi satu kenyataan penting dalam siklus kehidupannya, yaitu masa-masa perimenopause. Buku ini membantu para wanita mengetahui apa yang akan dialami di masa perimenopause. Tujuannya, para pembaca bisa mengantisipasi apa saja yang akan mereka alami. Pembahasan di dalam buku ini mencakup: Perubahan fisiologi seorang wanita di masa-masa perimenopause Terjadinya perubahan siklus menstruasi dan bagaimana hal ini dapat terjadi Perubahan kadar hormon, hot flushes, obesitas, dan lain sebagainya, serta masalah-masalah vasomotor Permasalahan seksual bagi para wanita di masa perimenopause Dan berbagai kiat menghadapi masa-masa usia tua dengan baik dan nyaman Jauh dari kesan dunia medis yang ilmiah, buku ini justru menggambarkan masalah perimenopause lewat pendekatan yang ringan dan penuh dengan ilustrasi cerita. Dengan begitu, orang awam yang tak begitu dekat dengan dunia kedokteran pun akan bisa mengikuti buku ini dengan baik. Jadi, awali hidup Anda di masa tua secara sehat dengan membaca buku ini.
Imran, remaja yang tercari-cari erti sebuah legasi demi memimpin cintanya menuju syurgawi. Dia cuba menyelami hakikat khalifah yang makin kabur. Dalam diam, jiwanya sentiasa memugar cinta Laila yang prejudis terhadap agamawan. Kerana cinta dia berusaha mengubah persepsi Laila. Namun, Laila tetap dengan pendiriannya. Ketika itu, hadirlah Nanda Gracer iaitu seorang Gadis asing yang mengheretnya ke dalam perdebatan antara kebenaran Islam dan kejahatan orientalis. Imran tekad menghadapi argumentasi itu dan merubah pandangan Nanda. Dalam diam, Nanda terpesona terhadap karisma dan kemantapan ilmu Imran. Dalam menggapai cinta Laila dan hambatan cinta Nanda, adakah Imran akan memperkukuhkan dirinya sebagai Khalifah Tuhan di muka bumi?
Deadline, deadline, deadline! Bila tiba saja ‘hari’ itu, semua orang akan menjadi stres. Terutamanya Sumayyah. Dia selalu menjadi mangsa buli Zahin. Lelaki itu suka benar mencari salahnya. Apa sahaja yang dibuatnya, selalu tidak kena di mata Zahin. Perasaan benci terhadap Zahin begitu membuak-buak sehingga sesak nafas dibuatnya! Tapi siapa sangka, perasaan benci itu bertukar menjadi rindu dan sayang. Dalam diam, Zahin begitu mencintai Sumayyah. Perasaan ini tidak dapat diungkap dengan kata-kata. Biarlah hanya ALLAH sahaja yang tahu isi hati mereka berdua. Namun, perasaan itu terhalang dengan kehadiran Sabrina yang menabur fitnah antara mereka.
Alhamdulillah, buku berjudul “Islam di Australia” akhirnya dapat selesai. Setelah melalui riset yang tidak lama, ini merupakan catatan, analisa dan diskusi dengan beberapa pihak terkait keadaan Islam di Australia. Setidaknya menurut pemahaman penulis. Meskipun saya sadar bahwa data-data buku ini masih perlu diperkaya dan harus terus dicek, namun penulisan buku ini jauh lebih penting dari segalanya. Karena dengan penulisan buku ini, akan tersingkap kelemahan dan kekurangannya. Dalam hemat saya, buku “Islam di Australia”, yang ditulis oleh muslim masih belum banyak. Oleh karena itu, buku ini dapat menjadi oase atas berbagai kekurangan literasi Islam di Australia. Saya sendiri mengumpulkan data-data baik dari orang-orang Indonesia yang belajar (student), bekerja (permanent resident) dan warga Negara Australia (citizen Australia). Data-data ini diolah, cross-cek, analisa dan akhirnya disimpulkan. Akhirnya jadilah buku “Islam di Australia” ini