You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Buku ini membedakan aspek kekuasaan local yang direpresentasikan melalui kompetisi elite dalam Pemilukada Bima 2010. Pemilukada Bima tersebut merupakan pintu masuk untuk menelaah actor-aktor elite local yang memperebutkan sumber kekuasaan politik dengan basis struktur ekonomi dan system politik local.
"Ketika berbicara tentang negara ideal, Al-Farabi menyatakan bahwa persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh seorang penguasa, selain kemampuan berijtihad, ialah kemampuan untuk melakukan jihad. Kedua kemampuan ini dapat menentukan substansi negara dan penguasanya." —Prof. Dr. Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di antara wacana menarik dan kerap kali diperbincangkan dalam kehidupan sosial-politik ialah adanya keinginan mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang beradab. Sebuah tatanan masyarakat yang egaliter dan berkeadilan. Keinginan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang ideal ini muncul seiring kesadaran manusia unt...
Buku ini membahas tentang makna otonomi daerah di wilayah laut, yang sudah diatur sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, yang kemudian diperbaharui melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang hal yang sama. Buku ini tidak saja membahas desentralisasi dari tataran konseptual, namun juga sampai dengan kontekstual penyelenggaraan desentralisasi di wilayah laut di Kota Semarang.
Marah adalah naluriah. Marah adalah potensi yang berada dalam setiap jiwa manusia. Orang-orang bijak, para kiai, dan manusia-manusia ‘alim lagi shaleh pun pernah dihinggapi. Namun, bagaimana sikap mereka ketika marah menjangkiti?Atau, khusus terkait KH. Muntaha, pertanyaannya justru: Benarkah Mbah Muntaha tidak pernah marah? Bagaimana cara Mbah Muntaha mencapai keluasan jiwa yang demikian? Dan, apakah hal itu dapat kita pelajari untuk kita terapkan dalam hidup ini? Selain tentang ghadhab (marah), melalui buku ini kita juga dapat mengambil sesauk keteladanan dari seorang kiai khos seperti Mbah Muntaha; tentang khidmah-pengabdian, tentang kebersahajaan, tentang keikhlasan, tentang mengembangkan potensi diri, dan lain-lain.
Buku ini menjadi unik karena keberhasilannya memotret nilai-nilai yang telah diajarkan Mbah Muntaha. Bukan hanya yang diperoleh dari nasihat dan teladan sepanjang hidup Mbah Muntaha, namun juga dari mimpi-mimpi tentang Mbah Muntaha setelah wafatnya.
Semoga dengan buku ini, kita menjadi makin yakin bahwa Islam yang otentik adalah yang menebar rahmah, yang tersenyum ramah; bukan yang menebar resah dan amarah.
"
None
This book examines the biographies of nine major activist intellectuals whose work provides the core of what the Islamic resurgence became in the 1990s adn is an important foundation for what it can become in the 21st century. Nine figures are covered: Ismail al-Faruqi, Khurshid Ahmad, Maryam Jameelah, Hasan Hanafi, Anwar Ibrahim, and Abdurrahman Wahid.
Review of rural development and social changes in Indonesia; a festschrift in commemorating the 40th anniversary of Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD."