You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
None
Buku hasil penelitian ini mengungkap tiga hal tentang Masjid Agung. Pertama adalah tentang sejarah Masjid Agung yang tidak terlepas dari sejarah Sukapura, Sumedang, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Sejarah ini dibagi menjadi dua bab yakni sejarah Tasikmalaya dari masa ke masa dan Sejarah Masjid Agung Tasikmalaya dari mulai zaman Galunggung Purba, Sukapura, Sumedang, Kolonial hingga masa kemerdekaan yang dibagi menjadi dua periode yaitu masa Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Kedua berbicara tentang Tokoh Ulama yang berkiprah di Masjid Agung serta Pergerakan Islam yang terjadi di dalamnya. Bab ini dibagi menjadi beberapa episode yaitu masa awal pembangunan awal dimana tokoh sentralnya...
Buku ini merupakan kolaborasi dua hasil penelitian yaitu tentang Mama Kudang dan Gerakan Ulama berbasis Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Kedua penelitian ini diramu secara komprehensif dan diambil benang merah kesesuaiannya. Secara historis, gerakan ulama dan Kota Tasikmalaya memiliki hubungan erat bahkan sulit dipisahkan. Kota Tasikmalaya yang dikenal dengan “Kota Santri” pun adalah sebuah indikator bahwa sejarah kota ini tidak lepas dari perjuangan kaum santri secara turun temurun. Oleh karena itu, tema dalam buku ini sangatlah penting untuk ditulis. Tujuannya jelas yakni menghadirkan narasi historiografi tentang dua hal yaitu (1) Kota Tasikmalaya sebagai kota santri dengan sejarah dan tokohnya, (2) Mama Kudang yang menjadi tokoh sentral pada masa kolonial, masa perintisan kemerdekaan dan masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak bisa disanggah bahwa Sebagian besar masyarakat Kota Tasikmalaya sudah lupa tentang sejarah kota dan tokohnya sehingga buku ini hadir untuk mengisi ruang itu. Buku ini pun bisa menjadi rujukan bagi para peneliti lanjutan agar bisa menggali banyak informasi dari Kota Tasikmalaya dan tokoh yang ada di dalamnya.
“Sejarawan Indonesia lebih sibuk berhistoriografi dan terancam lupa menulis diri sendiri atau rekan seprofesi secara utuh,” begitu kekhawatiran FX Domini BB Hera. Kendati banyak menghasilkan karya penting dalam pustaka sejarah Indonesia, salah satunya Soewardi Soerjaningrat dalam Pengasingan, belum ada biografi yang secara khusus mengulas kiprah Irna HN Hadi Soewito. Bahkan, biografi sejarawan perempuan di Indonesia pun pada umumnya masih terhitung langka. Buku ini menjawab kekhawatiran itu. Eka Budianta mengajak kita mengunjungi sejarah personal Irna HN Hadi Soewito, dari masa kecilnya di Kediri hingga kini genap berusia 80 tahun. Dalam buku ini pula terceritakan apa dan bagaimana keterkaitan Irna dengan Bung Karno, sang proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia, juga Ki Hadjar Dewantara, sosok penting di balik Taman Siswa.
Buku ini merupakan hasil laporan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada program KKN Dari Rumah 2020
Sastra merupakan salah satu media berekspresi untuk mengungkapkan pengalaman imajinasi mengenai tempat, waktu, peristiwa, dan pelaku yang menimbulkan ketegangan. Sastra Horor adalah bunga rampai yang ditulis oleh para anggota HISKI (Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia) yang tersebar di seluruh Indonesia. Artikel-artikel dalam buku ini merupakan kajian sastra yang mengulik misteri, mitos, legenda, paradoks, juga ritual di beberapa daerah di Indonesia. Segala hal yang berbau mistis dan horor sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak lama dan keberadaannya tidak bisa dilepaskan begitu saja di era modern ini. Ada sensasi tersendiri yang membuat pembaca makin penasaran, ingin tahu, dan itu disertai dengan rasa takut. Buku ini ini menjadi salah genre yang cukup menarik dan diminati, khususnya pembaca yang merasakan kepuasan setelah membaca cerita seram, mistis, dan horor.
Jaringan pesantren dan proses islamisasi di Jawa Barat merupakan hal yang sangat menarik untuk dikaji; dan, buku yang merupakan karya monumental seorang sejarawah ini, berhasil menampilkan gambaran dokumen dan sumber sejarah pesantren. Buku ini layak dibaca dan dijadikan bahan rujukan bagi pengembangan khazanah keilmuan khususnya sejarah Islam. Dr. H. Sulasman, M.Hum
“Perjalanan hidup KH. Aceng Zakaria sangat menarik untuk disimak. Beliau adalah tokoh yang tumbuh dari bawah dan mengikuti denyut nadi perjuangan sejak muda. Buku yang ditulis saudar Pepen Irpan Fauzan ini secara rinci menggambarkan sisi beliau sebagai santri, aktivis, ulama, mubaligh, dan penulis yang mencerahkan.” Prof. Dr. Syafiq A. Mugni, MA (Ketua PP Muhammadiyah, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya)
Buku Budaya Dermayu: Nilai-nilai Historis, Estetis, dan Transendental ini, menjadi penting untuk diperbincangkan dalam kajian primordialitas, karena beberapa uraian yang dituliskan merupakan diskursus awal yang detail Budaya Dermayu: Nilai-nilai Historis, Estetis, dan Transendental permasalahannya memotivasi kita untuk memasuki diskursus keindonesiaan. Indramayu setidaknya, tidak lagi dipersepsikan oleh gagasan dari dalam birokrasi politik daerahnya. Lebih dari itu, Supali Kasim sendiri sama sekali tidak mengorientasikan buku ini untuk menjadi proyek yang dipesan institusi pemerintah atas nama keberpihakannya terhadap kajian suatu daerah. Tetapi suatu penulisan yang didasarkan atas proses pe...
Buku ini merupakan hasil laporan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam pelaksanaan KKN Dari Rumah tahun 2020