You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
An original and timely exploration of the continuing Islamization of Indonesian politics despite the electoral decline of Islamist parties.
The theme of the conference is "Reconstructing Morals, Education, and Social Sciences for Achieving Sustainable Development Goals". This theme was formulated due to several considerations. First, the symptoms of moral decline that have the potential to destroy the nation. Morals guide humanity towards truth and civilization. The phenomenon of the dehumanization process in the industrial era that pushed people to be part of abstract societies tends to ignore humanity. The education process as a humanitarian system is increasingly marginalized, especially during discussions about the industrial revolution 4.0 and Society 5.0. The conference placed six sub-themes for speakers and participants to share ideas, namely: Social Sciences and Laws, History and Cultural Studies, Interdisciplinary Studies, Morals and Humanities, Policy, Politics, and Communication, Education. The committee has received 195 abstracts from prospective speakers. However, there are only 80 abstracts that are eligible to be presented at this conference.
This book constitutes a through refereed proceedings of the International Conference on Local Wisdom - 2019,held on August, 29 – 30, 2019 at Universitas Andalas, Padang, Indonesia. The conference was organised by Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. The 95 full papers presented were carefully reviewed and selected from 135 submissions. The scope of the paper includes the followings: Local Wisdom in Science, Local Wisdom in Religion, Local Wisdom in Culture, Local Wisdom in Language, Local Wisdom in Literature, Local Wisdom in Health, Local Wisdom in Education, Local Wisdom in Law, Local Wisdom in Architecture, Local Wisdom in Nature, Local Wisdom in Oral Tradition, Local Wisdom in Art, Local Wisdom in Tourism, Local Wisdom in Environment, Local Wisdom in Communication, Local Wisdom in Agriculture.
Belakangan ini tema diaspora mencuat dalam tidak hanya dalam perdebatan akademis, tetapi juga dalam pembicaraan kebijakan. Di Indonesia, sejumlah inisiatif muncul untuk melihat peranan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Akan tetapi, studi tentang itu ternyata sangat jarang, apalagi yang secara spesifik melihat aspek sosial-kemanusiaannya. Buku Diaspora Muslim Indonesia di Belanda: Identitas, Peran, dan Konektivitas Keagamaan Global diangkat dari penelitian Pusat Penelitian Kewilayahan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2W-LIPI), ingin menjawab tantangan tersebut dengan mengkaji peranan diaspora Muslim Indonesia di Belanda dalam membangun jejaring yang mengkoneksikan tidak...
None
Buku ini diniatkan untuk melihat kembali perjalanan NU secara lebih santai, melihat berbagai capaian intelektual para aktivisnya, dan menengok juga perkembangan NU secara global. Buku ini diharapkan menjadi bahan refreshing sejenak, menyegarkan kembali pemahaman pembaca tentang NU. Sudah cukup lama rasanya belum terbit lagi kompilasi tulisan tentang NU. Saat muncul pertanyaan dari saudara-saudari non-Muslim, “Mengapa NU begitu spartan mempertahankan NKRI?” belum tersedia bacaan yang dapat menjawabnya secara utuh. Pada dasarnya kumpulan tulisan dalam buku ini hendak menjelaskan bahwa sikap tegas NU dalam mempertahankan NKRI tidaklah muncul tiba-tiba, melainkan sudah sejak dari asal mula kelahirannya. Ajaran Islam yang kemudian melahirkan NU adalah ajaran yang mampu beradaptasi dengan lokalitas.
Buku ini mendiskusikan fenomena yang jarang menjadi perhatian ilmuwan sosial-kemanusiaan Indonesia, walaupun kenyataannya ada di depan mata kita, yaitu globalisasi dan global village. Globalisasi merupakan fenomena yang melanda semua negara dan bangsa di seluruh dunia, di mana pun posisinya dalam peta bumi, tak terkecuali Indonesia. Ini merupakan implikasi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang bersifat kumulatif sepanjang masa. Capaian-capaian iptek memungkinkan gerak manusia menjadi lebih leluasa baik fisik maupun mentalnya. Gerak fisik bisa saja terbatas jangkauannya, tetapi interaksi manusia melalui capaian prestasi iptek hampir tak terbatas. Berkat kemajuan teknologi ...