You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Arguing for new consideration of calls for implementation of Islamic law as projects of future-oriented social transformation, this book presents a richly-textured critical overview of the day-to-day workings of one of the most complex experiments with the implementation of Islamic law in the contemporary world - that of post-tsunami Aceh.
In 1965–66, army-organized massacres claimed the lives of hundreds of thousands of supporters of the Communist Party of Indonesia. Very few of these atrocities have been studied in any detail, and answers to basic questions remain unclear. What was the relationship between the army and civilian militias? How could the perpetrators come to view unarmed individuals as dangerous enemies of the nation? Why did Communist Party supporters, who numbered in the millions, not resist? Drawing upon years of research and interviews with survivors, Buried Histories is an impressive contribution to the literature on genocide and mass atrocity, crucially addressing the topics of media, military organization, economic interests, and resistance.
THIS BOOK examines a selection of fictional works by writers belonging to the Indonesian association of writers, Forum Lingkar Pena (Pen Circle Forum; hereafter referred to as FLP). Figures from 2010 suggest that this organisation had around 5,000 members across 93 Indonesian branches and ten overseas branches. Writers recruited and trained by FLP have produced approximately nine hundred published works. Their works are often categorised as Islamic or religious literature (sastra religi). This label-ling of FLP’s literary output as Islamic literature has arisen principally be-cause of the publicly expressed aims and beliefs of key FLP figures which include such notions as sastra dakwah (literature for religious propaga-tion). In order to contextualise the emergence of FLP in the final years of the twentieth century and to locate this organisation within wider Indo-nesian literary developments, it is necessary to take account of cultural debates that came to the fore with the profound social and political changes which accompanied the end of the New Order regime in 1998.
An authoritative and comprehensive guide to poetry throughout the world The Princeton Handbook of World Poetries—drawn from the latest edition of the acclaimed Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics—provides a comprehensive and authoritative survey of the history and practice of poetry in more than 100 major regional, national, and diasporic literatures and language traditions around the globe. With more than 165 entries, the book combines broad overviews and focused accounts to give extensive coverage of poetic traditions throughout the world. For students, teachers, researchers, poets, and other readers, it supplies a one-of-a-kind resource, offering in-depth treatment of Indo-Eu...
None
Fasih berbicara bahasa Indonesia belum tentu tahu tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan? Ketika menulis, terkadang kita dihadapkan pada permasalahan terkait penempatan tanda baca, penulisan nama atau gelar, penyusunan kutipan, dan sebagainya. Ya, dalam bahasa Indonesia, ragam bahasa tulis berbeda dengan ragam bahasa lisan. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk membantumu, karena berisi panduan lengkap struktur tata bahasa Indonesia, yang meliputi: - Kaidah penggunaan kata baku dan kata tidak baku - Kaidah penulisan tanda baca, imbuhan, kutipan, dan daftar pustaka - Kaidah penggunaan kata serapan dan pengindonesiaan kata nama - Kaidah penulisan surat resmi, karya ilmiah, resensi, editorial, artikel, esai, pidato, dan sebagainya - Unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra - Periodisasi kesusastraan Indonesia - Daftar kesalahan dalam berbahasa Indonesia - Daftar kata baku dan tidak baku - Daftar singkatan dan akronim - Kumpulan majas, idiom, dan peribahasa Indonesia - Kamus mini bahasa Indonesia [Mizan, Bentang Pustaka, Bahasa Indonesia, Kata, Kalimat, Indonesia]
Sejak puisi esai ditulis Denny JA dan diterbitkan dalam buku Atas Nama Cinta, istilah puisi esai pun menjadi perdebatan dimana-mana, terutama di kalangan para penulis. Ada fihak yang menolak dengan keras, ada yang biasa-biasa saja, dan ada yang menyambut dengan gembira. Alasan penolakan puisi esai bermacam-macam. Tapi, yang paling ramai adalah alasan bahwa puisi adalah puisi dan esai adalah esai. Tidak bisa kedua hal itu disatukan atau dikawinkan. Buku puisi esai yang terbit menyusul terbitnya buku Atas Nama Cinta karya Denny JA adalah buku kumpulan puisi esai yang ditulis oleh para penulis dan intelektual yang bukan penyair. Penulis yang tidak pernah membayangkan bahwa mereka bisa dan boleh menulis puisi. -CerahBudaya-
None
Siapa yang tidak mengenal Bill Gates? Ya, pencipta Microsoft ini dikenal sebagai sosok kaya, sukses, dan eksentrik. Bahkan, majalah Times memasukkan namanya ke dalam daftar 100 orang yang paling berpengaruh pada abad ke-20! Kegeniusan Bill Gates telah mempengaruhi revolusi teknologi komputer yang berkembang saat ini. Dapat dilihat, nyaris tidak ada manusia yang bisa jauh dari komputer. Lantas, bagaimana kebiasaan sehari-hari dan cara belajar Bill Gates sehingga membuatnya genius? Buku yang ada di tangan Anda ini akan mengupasnya secara tuntas. Tentunya, masih banyak orang genius dunia lainnya yang dibahas, seperti Thomas Alfa Edison, B.J. Habibie, Nelson Tansu, dan lain-lain. Jadi, tunggu apa lagi? Segera ambil buku ini, tiru kebiasaan sehari-hari dan cara belajar mereka, serta bersiaplah menjadi orang genius berikutnya! Selamat membaca!