You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
A collection of essays by some of the most accomplished scholars in the field exploring the life and legacy of the Prophet.
Buku ini mengetengahkan kajian yang kritis dan mendalam atas praktik pelaksanaan ibadah haji masyarakat muslim Indonesia sejak terbentuknya komunitas muslim di wilayah ini hingga pertengahan pertama abad XX. Selain itu, penulis juga melakukan rekonstruksi terhadap pengaruh perjalanan haji dan orang haji atas situasi politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang terdapat dalam masyarakat muslim Indonesia, khususnya pada pertengahan pertama abad XX.
Buku ini merupakan sebuah penelitian yang cukup mendalam tentang kajian tafsir Nusantara, khususnya dari perspektif gender. Dengan mengambil fokus pada dua mufassir besar Nusantara yang mewakili generasinya masing-masing, yakni 'Abd ar-Rauf Singkel dan M. Quraish Shihab, buku ini sedikit banyak mampu menjawab keraguan berbagai kalangan bahwa sesungguhnya kajian tafsir Nusantara pantas disejajarkan dengan kajian tafsir di pusat peradaban Islam itu sendiri.
Bila disebut kata “shalat”, siapa yang tidak mengenalnya? Setiap hari, paling tidak lima kali, kita melaksanakannya. Tapi, tahukan Anda sejak kapan ibadah harian ini diperintahkan? Apakah shalat hanya dilaksanakan oleh umat Muhammad saja atau sudah dilaksanakan oleh umat terdahulu? Bila ditunjukkan Al-Qur’an, pasti setiap kita akan mengenalinya. Sejak dari kecil kita telah mempelajarinya. Saat dewasa, kita tak pernah berhenti membacanya. Pun, ketika kita sudah tua. Tapi, tahukah Anda bahwa saat diturunkan kepada nabi Muhammad, Al-Qur’an belum menggunakan tanda baca. Dan, saat ini ada 7 cara baca kitab suci umat Islam ini. Bila ditanyakan tentang masjid, dengan mudah siapa pun kita ak...
None
Integrasi Pendidikan Islam dan sains sebagai sebuah wacana keilmuan dalam mencerahkan pendidikan Islam di era peradaban modern yang terkesan buram. Keburaman tersebut terjadi akibat kuatnya kesenjangan ilmu dan semakin dibenturkan oleh para ilmuan yang sekuler, sehingga muncul paradigma dikotomi (pemisahan) ilmu di dunia yang berimplikasi juga pada dunia pendidikan Islam. Maka di kalangan ilmuan Muslim terpecah menjadi dua kelompok, pertama para pendukung ilmu-ilmu agama hanya menganggap valid sumber Ilahi dalam bentuk kitab suci dan tradisi kenabian dan menolak sumber-sumber non-skriptual sebagai sumber otoritatif untuk menjelaskan kebenaran sejati. Kedua, para pendukung ilmu-ilmu sains sekuler yang hanya menganggap valid informasi yang diperoleh melalui pengamatan indrawi (eksperimentasi) semata.
Buku yang berjudul “MOZAIK ISLAM INDONESIA Jejak Sejarah dan Fenomena Sosial” ini secara khusus membahas hal-hal yang mendasar terkait dengan Islam Indonesia yang dikupas dan dikemas secara sederhana sehingga akan mudah dipahami. Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk yang mayoritas Islam hingga 86% akan memberikan warna bagi perkembangan negaranya. Buku ini akan menggambarkan lingkup studi Islam Indonesia yang mencakup beberapa hal didalamnya, yang pertama adalah demografi umat Islam di Indonesia yang diawali dari proses penyebaran Islam di Indonesia berlangsung selama berabad-abad dan terus berlanjut hingga saat ini. Secara berangsurangsur jumlah umat Islam bertambah, sehingga Islam telah menjadi kekuatan yang berpengaruh melalui serangkaian gelombang dalam berjalannya sejarah. Jumlah penduduk muslim di Indonesia tahun 2020 mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk 273,5 juta jiwa. Bahkan diperkirakan jumlah umat Islam akan berkembang di tahun 2050 akan mencapai 297.270.000. Dari perkiraan ini tentu di dasarkan dengan analisa jumlah kelahiran umat Islam yang terus mengalai perkembangan dengan baik.
Buku ini, yang merupakan hasil penelitian terhadap kehidupan buruh pabrik di kota-kota di Jawa Timur, menyajikan jawaban atas persoalan yang dihadapi kaum buruh, cara mengatasinya, dan bagaimana pendidikan pesantren yang ideal sesuai dengan kebutuhan mereka. Buku ini pantas dibaca oleh mahasiswa, dosen, kiai, aktivis buruh, pemerintah yang berkompeten, serta pemerhati masalah agama & kemasyarakatan.
Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku yang dapat memberi jawaban atau solusi bagi kekurangan seputar pendidikan agama di sekolah formal kita. Buku ini mengupas bagaimana pendidikan agama yang berperspektif pendidikan multikultur dapat menjadi solusi alternatif pascakonflik di daerah rawan konflik, khususnya Maluku Utara, agar pendidikan agama dapat meminimalisir, bahkan menghilangkan potensi konflik sosial yang timbul karena perbedaan agama. Kita berharap agar pendidikan nasional kita dapat mencetak generasi yang pandai dan berbudi sebagai modal terbesar bangsa
The Islamic economy may be broadly divided into three main sectors: the government, the commercial, and the voluntary. In Islamic states, these sectors play complementary roles in accordance with the tenets of Islam. In the non-Islamic states of Southeast Asia where there are, nevertheless, large Muslim communities, the Islamic voluntary sector has to assume greater responsibilities if the economic welfare and development of Muslim communities in the region are to be consonant with Islam. In this volume, several scholars examine the role of the Islamic voluntary sector (broadly defined) in Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore. and Thailand, and explicate issues such as the mobilization, administration, and management of zakat and its various forms, waqf, and saddaqah.