You may have to Search all our reviewed books and magazines, click the sign up button below to create a free account.
Riha tak pernah bermimpi untuk bertemu kembali dengan Milan, pelanggan pertamanya. Bahkan dia berharap laki-laki itu sudah melupakannya. Nyatanya laki-laki itu mencarinya selama tiga tahun. Didorong oleh rasa bersalahnya pada Riha, Milan berusaha mengambil hati perempuan itu. Di saat Riha sudah mulai membuka hati, drama baru dilakonkan mantan kekasih Milan -sudah berstatus ibu tiri- mengacaukan hubungan mereka. Akankah Milan berhasil membuat Riha percaya lagi padanya? Kenapa mantan kekasih Milan yang sudah berstatus ibu tiri justru menjadi perusak?
Gang Sedar digegerkan bunuh dirinya Gendhis Arum, seorang perempuan cantik yang dermawan. Ika, seorang tetangganya merasa ada yang janggal dengan bunuh dirinya Gendhis. Ia berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya. Marto, suaminya, khawatir Ika akan mendapat masalah dari umpan-umpan yang dilemparnya. Sementara, Yanti, yang juga berusaha menelusuri jejak masa lalu Gendhis menemukan fakta-fakta mengejutkan. Masalah demi masalah bermunculan seiring misteri yang terkuak perlahan. Warga kerap melihat bayangan hitam berpakaian kebaya menjelang tengah malam hingga dini hari. Banyak yang mengira Gendhis Arum hidup kembali untuk membalas dendam. Bersamaan dengan itu, satu demi satu pembunuhan mulai terjadi.
Blurb: Pernah bersandar pada rasa yang sama, namun salah paham mencipta luka. Siena dan Shaka harus menempuh jalan masing-masing saat komitmen tak lagi sejalan. Siena Sabitah Erlangga perlahan mencoba move on dari bayang-bayang Arshaka. Siapa sangka sekian tahun kemudian gadis cantik itu dipertemukan kembali dengan sosok Shaka, kali ini dengan keadaan berbeda serta suasana yang berbeda pula. Kebersamaan kembali mendekatkan keduanya, sampai Siena menyadari bahwa Shaka ada di dekatnya karena hanya ingin membalas rasa sakit hatinya terdahulu. Siena yang kecewa memutuskan kembali hengkang dari sisi Arshaka. Akankah ada satu cinta lagi yang masih tertinggal di hati Shaka dan Siena?
Kanaya Sabitha tidak bisa memungkiri perasaannya, bahwa ia telah mengagumi sosok Ihsan sejak lama. Naya paham bahwa cinta dalam diam yang dipendamnya itu salah. Untuk itu, ia ingin berusaha jujur menyatakan perasaan yang mendera pada Ihsan. Namun, Naya harus menelan getir saat tahu jika Ihsan ternyata sejak lama telah dijodohkan oleh kedua orangtuanya. Naya tidak bisa berbuat apa-apa. Di waktu yang sama, orangtua Naya datang berkunjung ke pesantren. Mereka juga menjabarkan satu hal, bahwa Naya sejak lama ingin dijodohkan dengan putra sahabat abi-nya. Mengingat perasaan kecewanya pada Ihsan, Naya langsung mengiyakan keinginan sang Abi. Meski ia belum tahu, seperti apa dan bagaimana laki-laki yang akan menjadi jodohnya tersebut.
“Lengketnya getah asmara tak bisa hilang dari kenangan, merekat kuat mengingatkanku luka yang pernah tersayat.” Cerpen Getah Asmara – Lionira Prakasita “Percayalah, yang fana itu hanya menyesakkan saja. Karena cinta yang sebenarnya hanya ada pada-Nya.” Hujan Biru di Bulan September – Hann “Meninggalkan sesuatu menuju yang lebih baik adalah keputusan tepat. Pergilah ke arah-Nya untuk memilih sebenar-benarnya kepastian.” Move on 9 – Asnaa “Bukan hanya tentang meninggalkanmu. Namun, juga mengikhlaskanmu, lalu Allah akan memberikan yang lebih baik untukku.” Istaghroqtu Fii Hubbik – Ayu Laraswati
Hidupku berubah sejak terbangun dari koma tujuh bulan lamanya. Kabarnya aku telah dinikahi seorang pria yang rupanya pun tidak diketahui. Kecuali keluargaku tentunya. Mereka mengetahui pria itu, tetapi tidak ingin mengatakannya. Selalu saja alasan yang mereka lontarkan. Harapan mengenai suamiku pria yang tampan, lenyap sudah ketika tahu siapa dia. Pria bangkotan yang umurnya sebaya papaku sendiri. Dia hanya datang ketika malam hari dan kembali menghilang sebelum matahari terbit. Tidak pernah ingin menunjukkan wajah, entah karena alasan apa. Meski yang kadang kurasakan dia memiliki paras sempurna, tetapi juga berubah dalam waktu berbeda. Siapa sebenarnya suamiku? Pria bangkotan itu, atau dia yang selalu datang dalam kegelapan?
“Delapan tahun lalu, kamu ambil aku dari keluargaku, Mas. Aku percayakan menggantungkan hidup padamu. Aku tinggalkan agamaku demi bersamamu.” Kalimatnya tertahan. Ada sesuatu yang tercekat di tenggorokan. “Namun, kenyataan tidak semanis janjimu. Ketika aku dengan sekuat hati berpikir bila Allah Mahabaik memberiku ujian ini, kamu ke mana?” Setelah banyak hal dikorbankan, Senja tidak mendapat surga pada rumah tangganya sendiri. Ia melangkah pergi dari rumah ketika talak kembali diucapkan. Merenda jalannya sendiri dan melukis senjanya dengan jingga yang indah. Senja menapaki satu per satu anak tangga di tengah tertatihnya langkah. Ia pun mencoba terus meyakinkan diri bila keputusannya bernaung dalam cahaya Islam bukanlah pilihan yang salah.
Di dunia ini ada sisi yang berlawanan. Hitam putih, gelap terang, baik jahat …. Semua berbaur dan terkadang tak terduga. Ini adalah kisah empat puluh rupa Nirmala. Ia yang berada dalam banyak sisi dan kadang berpindah dari sisi satu ke sisi yang lain. Penuh dengan misteri. Senyumnya begitu menawan, tetapi bisa sangat mematikan. Kau tak akan pernah tahu apa yang ada di balik punggungnya. Kau pun tak akan tahu, apakah Nirmala benar-benar ada, atau sebatas mitos dan khayalan manusia? Namun, yang jelas kini Nirmala ada di belakang kalian.
Sedari dulu, perempuan identik dengan sisi lemah. Mereka dituntut untuk terkekang di rumah dan tidak boleh keluar semau sendiri apalagi hingga larut malam. Perempuan dan malam merupakan dua hal yang terkadang menjadi urusan tabu. Pandangan masyarakat sudah terdoktrin sejak tempo dulu bahwa perempuan yang berkeliaran di malam hari merupakan hal yang tidak lazim dan tidak semestinya. Padahal di era modern saat ini bukan tidak mungkin wanita harus rela keluar malam, mengingat sekarang gaung tentang kesetaraan gender mulai diterima. Benarkah bahwa perempuan yang berkenala pada malam hari selalu identik dengan hal negatif? Mungkin, untuk Anda yang memiliki pandangan demikian akan segera berubah pikiran saat membaca buku ini. Happy reading (Anjar Lembayung, PJ Nubar Perempuan Malam)
Nafisha Aina Zakkiyah mengagumi seorang Arka Hizbullah sejak pertama kali bertemu dengan pria itu pada masa putih abu-abu. Ia mengagumi segala yang ada pada diri Arka terlebih karena laki-laki itu begitu taat pada Tuhannya. Hingga pada suatu hari, rasa kagum itu berubah seratus delapan puluh derajat menjadi rasa kecewa saat Arka memutuskan menerjang larangan Tuhan dengan menjalin ikatan tidak halal dengan seorang gadis. Bertahun-tahun Aina mencoba melupakan laki-laki itu dengan membangun sebuah benteng dalam hatinya. Namun apa daya jika benteng yang susah payah dibangun harus kembali runtuh saat Arka adalah laki-laki yang menjabat tangan ayahnya dan mengikatnya dalam sebuah ikatan suci dengan satu kalimat penghalalan. Kenyataan bahwa Arka belum selesai dengan masa lalunya membuat jalan cerita mereka menjadi rumit. Aina merasa seperti sedang bermain roller coaster karena berulang kali Arka melambungkan, lalu menghempaskan perasaannya. Bisakah Arka melupakan masa lalunya? Atau justru Aina yang harus merelakan Arka hanya menjadi bagian dari kisah masa lalu, tapi tidak untuk masa depannya?